Lewati ke konten
Sunni Islam Panduan, alat ibadah, dan sumber tepercaya

Rukun kedua

Salat: Salat Lima Waktu

Salat adalah ibadah yang dikerjakan lima kali sehari. Inilah amal pertama yang akan ditanyakan pada hari kiamat dan penghubung harian antara hamba dan Allah.

Salat wajib sehari
5
Rakaat fardu sehari
17
Rakaat sunah muakkadah
12
Mazhab dibandingkan
4

Mengapa salat penting

إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَٰبًا مَّوْقُوتًا

Sesungguhnya salat itu kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.
QS. An-Nisa' 4:103

Salat wajib atas setiap Muslim yang berakal dan balig. Anak-anak diajarkan sejak usia tujuh tahun. Perempuan yang haid dan nifas tidak salat dan tidak perlu mengqadanya. Nabi ﷺ bersabda: “Perkara pertama yang dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah salat.” (Sunan An-Nasa'i 465, Jami' At-Tirmidzi 413)

Syarat salat

Syarat ini harus terpenuhi sebelum salat dimulai dan tetap terjaga sepanjang salat.

  • Suci dari hadas — memiliki wudu, dan mandi bila diwajibkan
  • Badan, pakaian, dan tempat suci — bebas dari najis
  • Menutup aurat — laki-laki dari pusar hingga lutut; perempuan seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan (juga kaki menurut mazhab Hanafi)
  • Masuk waktu — setiap salat memiliki waktunya sendiri
  • Menghadap kiblat — arah Ka'bah di Makkah
  • Niat — di dalam hati, untuk salat tertentu
Cari arah kiblatArah tepat Ka'bah dari lokasi Anda

Wudu

Cara wudu Nabi ﷺ beserta sunah-sunahnya.

  1. 1

    Niat dan basmalah

    Berniat wudu di dalam hati dan ucapkan “Bismillah”.

  2. 2

    Membasuh tangan

    Basuh kedua tangan sampai pergelangan, sela-sela jari, tiga kali.

  3. 3

    Berkumur

    Masukkan air ke mulut dan berkumur tiga kali.

  4. 4

    Istinsyaq

    Hirup air ke hidung dan keluarkan dengan tangan kiri, tiga kali.

  5. 5

    Membasuh wajah

    Dari tempat tumbuh rambut hingga bawah dagu dan dari telinga ke telinga, tiga kali.

  6. 6

    Membasuh tangan hingga siku

    Tangan kanan lalu kiri, dari ujung jari hingga siku, tiga kali.

  7. 7

    Mengusap kepala dan telinga

    Usapkan tangan yang basah dari depan kepala ke belakang lalu kembali, kemudian usap telinga bagian dalam dan luar.

  8. 8

    Membasuh kaki

    Kaki kanan lalu kiri, hingga mata kaki, sela-sela jari, tiga kali.

  9. 9

    Bersaksi

    أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

    Ashhadu an la ilaha illallahu wahdahu la sharika lah, wa ashhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh

    Siapa yang membaca ini setelah wudu, dibukakan baginya delapan pintu surga (Shahih Muslim 234).

Empat mazhabFardu wudu
Hanafi

Empat: membasuh wajah, tangan hingga siku, mengusap seperempat kepala, membasuh kaki hingga mata kaki.

Shafi'i

Enam: niat, wajah, tangan, mengusap sebagian kepala, kaki, dan tertib.

Maliki

Tujuh: niat, wajah, tangan, mengusap seluruh kepala, kaki, berkesinambungan (muwalat), dan menggosok (dalk).

Hanbali

Enam: wajah (termasuk mulut dan hidung), tangan, mengusap seluruh kepala beserta telinga, kaki, tertib, dan muwalat; niat adalah syarat.

Pembatal wudu

SebabHukum
Sesuatu yang keluar dari kubul atau dubur (air kencing, kotoran, angin)Membatalkan wudu — disepakati
Tidur nyenyak, pingsan, mabuk, hilang akalMembatalkan wudu — disepakati
Darah mengalir, nanah, atau muntah sepenuh mulutMembatalkan wudu menurut mazhab Hanafi; juga Hanbali jika banyak
Menyentuh kemaluan secara langsungMembatalkan menurut Syafi'i dan Hanbali; Maliki dengan syarat; tidak menurut Hanafi
Bersentuhan kulit dengan lawan jenisSyafi'i: membatalkan; Maliki dan Hanbali: hanya jika dengan syahwat; Hanafi: tidak
Tertawa terbahak-bahak dalam salatMembatalkan wudu dan salat menurut mazhab Hanafi
Makan daging untaMembatalkan wudu menurut mazhab Hanbali

Waktu salat

SalatMulaiBerakhir
SubuhFajar sadikTerbit matahari
ZuhurSesaat setelah matahari tergelincirKetika bayangan benda sama panjang dengan bendanya (dua kali menurut Hanafi), ditambah bayangan saat zawal
AsarAkhir waktu ZuhurTerbenam matahari — makruh menunda hingga matahari menguning
MagribTerbenam matahariHilangnya mega merah (mega putih menurut Imam Abu Hanifah)
IsyaAkhir waktu MagribFajar sadik — waktu utama sebelum tengah malam
Waktu terlarang

Salat sunah tidak dikerjakan saat matahari terbit, tepat di tengah, atau terbenam, serta setelah salat Subuh dan Asar. Menurut jumhur, salat fardu yang terlewat boleh diqada pada waktu-waktu itu, kecuali mazhab Hanafi pada tiga saat tersebut.

Jadwal salat hari iniWaktu akurat untuk kota Anda dengan metode negara Anda

Jumlah rakaat setiap salat

Rakaat per salat
Subuh
22
4
Zuhur
442
10
Asar
4
4
Magrib
32
5
Isya
423
9
Sunah sebelumFarduSunah sesudahWitir

Ditampilkan sunah muakkadah. Empat rakaat sebelum Asar dan dua sebelum Isya bersifat ghairu muakkadah. Syafi'i dan Hanbali menghitung dua rakaat muakkadah sebelum Zuhur.

SalatSunah sebelumFarduSunah sesudahBacaan
Subuh22—Keras (jahr)
Zuhur4 (Hanafi) / 242Pelan (sir)
Asar4 (ghairu muakkadah)4—Pelan (sir)
Magrib—32Keras pada dua rakaat pertama
Isya4 (ghairu muakkadah)42 + WitirKeras pada dua rakaat pertama
Jumat4 (Hanafi) / 224 atau 2Keras (jahr)
Empat mazhabWitir
Hanafi

Wajib. Tiga rakaat dengan satu salam, duduk setelah rakaat kedua, qunut sebelum rukuk di rakaat ketiga.

Shafi'i

Sunah muakkadah. Minimal satu rakaat, umumnya tiga (dua lalu satu), hingga sebelas.

Maliki

Sunah muakkadah. Satu rakaat yang didahului salat genap (syaf') dua rakaat.

Hanbali

Sunah muakkadah. Minimal satu, utamanya sebelas; qunut setelah rukuk di rakaat terakhir.

Tata cara salat, langkah demi langkah

Salat dua rakaat seperti Subuh. Untuk tiga atau empat rakaat, berdirilah setelah tasyahud awal dan lanjutkan, hanya membaca Al-Fatihah pada rakaat tambahan.

  1. 1

    Niat

    Menghadap kiblat dan berniat salat tertentu di dalam hati.

  2. 2

    Takbiratul ihram

    ٱللَّهُ أَكْبَرُ

    Allahu akbar

    Angkat kedua tangan dan bertakbir. Anda kini telah masuk ke dalam salat.

  3. 3

    Berdiri dan doa iftitah

    سُبْحَانَكَ ٱللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، وَتَبَارَكَ ٱسْمُكَ، وَتَعَالَىٰ جَدُّكَ، وَلَا إِلَٰهَ غَيْرُكَ

    Subhanaka Allahumma wa bihamdika, wa tabaraka-smuka, wa ta'ala jadduka, wa la ilaha ghayruk

    Letakkan tangan kanan di atas tangan kiri dan baca doa iftitah dengan pelan.

  4. 4

    Taawuz dan Al-Fatihah

    أَعُوذُ بِٱللَّهِ مِنَ ٱلشَّيْطَٰنِ ٱلرَّجِيمِ — بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    A'udhu billahi minash-shaytanir-rajim. Bismillahir-Rahmanir-Rahim

    Baca Surah Al-Fatihah, ucapkan “Amin”, lalu baca surah atau beberapa ayat pada dua rakaat pertama.

  5. 5

    Rukuk

    سُبْحَانَ رَبِّيَ ٱلْعَظِيمِ

    Subhana Rabbiyal-'Azim (3×)

    Ucapkan “Allahu akbar”, membungkuk dengan punggung lurus dan tangan di atas lutut.

  6. 6

    Iktidal

    سَمِعَ ٱللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ — رَبَّنَا وَلَكَ ٱلْحَمْدُ

    Sami'allahu liman hamidah. Rabbana wa lakal-hamd

    Berdiri tegak sepenuhnya dan tenang sejenak.

  7. 7

    Sujud

    سُبْحَانَ رَبِّيَ ٱلْأَعْلَىٰ

    Subhana Rabbiyal-A'la (3×)

    Ucapkan “Allahu akbar” dan bersujud di atas tujuh anggota: dahi beserta hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung jari kedua kaki.

  8. 8

    Duduk di antara dua sujud

    رَبِّ ٱغْفِرْ لِي

    Rabbighfir li

    Duduk dengan tenang, lalu sujud kedua. Ini menyempurnakan satu rakaat.

  9. 9

    Rakaat kedua

    Berdiri dengan “Allahu akbar” dan ulangi dari Al-Fatihah hingga dua sujud.

  10. 10

    Tasyahud

    ٱلتَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَٱلصَّلَوَاتُ وَٱلطَّيِّبَاتُ، ٱلسَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ وَرَحْمَةُ ٱللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، ٱلسَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَىٰ عِبَادِ ٱللَّهِ ٱلصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

    At-tahiyyatu lillahi was-salawatu wat-tayyibat. As-salamu 'alayka ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuh. As-salamu 'alayna wa 'ala 'ibadillahis-salihin. Ashhadu an la ilaha illallah, wa ashhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh

    Duduk setelah sujud kedua dan baca tasyahud.

  11. 11

    Selawat kepada Nabi ﷺ

    ٱللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، ٱللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

    Pada duduk terakhir, lanjutkan tasyahud dengan selawat Ibrahimiyah dan doa.

  12. 12

    Salam

    ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّهِ

    As-salamu 'alaykum wa rahmatullah

    Palingkan kepala ke kanan, lalu ke kiri.

Perbedaan antarmazhab

Keempat mazhab adalah jalan yang sah dalam Ahlus Sunnah. Ikuti mazhab yang diajarkan kepada Anda atau yang berlaku di komunitas Anda.

Empat mazhabMengangkat tangan
Hanafi

Hanya saat takbiratul ihram.

Shafi'i

Saat takbiratul ihram, sebelum dan sesudah rukuk, dan saat berdiri dari tasyahud awal.

Maliki

Saat takbiratul ihram (pendapat yang dipegang).

Hanbali

Saat takbiratul ihram serta sebelum dan sesudah rukuk.

Empat mazhabPosisi tangan saat berdiri
Hanafi

Laki-laki di bawah pusar; perempuan di dada.

Shafi'i

Di bawah dada dan di atas pusar.

Maliki

Tangan dilepas di samping (sadl) pada salat fardu; bersedekap boleh dalam salat sunah.

Hanbali

Di bawah pusar.

Empat mazhabMembaca Al-Fatihah di belakang imam
Hanafi

Makmum mendengarkan dan tidak membaca.

Shafi'i

Wajib bagi makmum di setiap rakaat.

Maliki

Dianjurkan pada salat sirriyah; tidak dibaca saat imam membaca keras.

Hanbali

Dianjurkan pada salat sirriyah dan saat imam berhenti sejenak.

Empat mazhabQunut Subuh
Hanafi

Tidak pada Subuh; qunut dalam witir.

Shafi'i

Sunah pada rakaat kedua Subuh setelah rukuk.

Maliki

Dianjurkan dengan pelan pada Subuh, sebelum rukuk.

Hanbali

Tidak pada Subuh kecuali saat musibah; qunut dalam witir.

Yang membatalkan salat

  • Berbicara dengan sengaja, walau sedikit (Syafi'i dan lainnya memaafkan ucapan tak sengaja)
  • Makan atau minum
  • Gerakan berlebihan yang tidak berkaitan dengan salat
  • Batal wudu
  • Memalingkan dada dari kiblat tanpa uzur
  • Meninggalkan rukun atau syarat
  • Tertawa terbahak-bahak
  • Aurat terbuka dalam waktu yang lama

Sujud sahwi

Sujud sahwi adalah dua sujud tambahan untuk menambal kekurangan, kelebihan, atau keraguan yang terjadi karena lupa.

Empat mazhabKapan dilakukan
Hanafi

Setelah tasyahud akhir: satu salam ke kanan, dua sujud, lalu tasyahud, selawat, dan salam akhir.

Shafi'i

Sebelum salam akhir, setelah tasyahud dan selawat.

Maliki

Sebelum salam karena kekurangan; setelah salam karena kelebihan.

Hanbali

Umumnya sebelum salam; setelah salam bila salam terlalu dini karena lupa.

Jika ragu

Jika ragu apakah sudah tiga atau empat rakaat, ambillah yang lebih sedikit dan lakukan sujud sahwi (Shahih Muslim 571).

Salat lainnya

Jumat

Dua rakaat berjemaah setelah khotbah, menggantikan Zuhur. Wajib atas laki-laki balig yang mukim.

Salat Id

Dua rakaat dengan takbir tambahan pada Idulfitri dan Iduladha. Wajib menurut Hanafi; sunah muakkadah menurut yang lain.

Salat jenazah

Empat takbir sambil berdiri, tanpa rukuk dan sujud: Al-Fatihah, selawat, doa untuk mayit, lalu salam.

Tarawih

Salat malam Ramadan, dua rakaat dua rakaat. Dua puluh rakaat menurut empat mazhab; delapan rakaat juga diamalkan.

Tahajud & Duha

Salat malam setelah tidur, paling utama sepertiga malam terakhir; Duha dari pagi hingga menjelang zuhur.

Istikharah

Dua rakaat sunah diikuti doa memohon petunjuk sebelum keputusan yang mubah.

Empat mazhabSalat dalam perjalanan
Hanafi

Meringkas salat empat rakaat menjadi dua wajib untuk perjalanan sekitar 77 km atau lebih. Menjamak hanya di Arafah dan Muzdalifah.

Shafi'i

Meringkas dan menjamak (Zuhur dengan Asar, Magrib dengan Isya) boleh untuk perjalanan sekitar 81 km atau lebih.

Maliki

Meringkas adalah sunah muakkadah untuk sekitar 80 km atau lebih; menjamak dibolehkan.

Hanbali

Meringkas lebih utama untuk sekitar 81 km atau lebih; menjamak dibolehkan.

Mandi dan tayamum

Mandi wajib (ghusl)

  1. 1

    Berniat dan membaca basmalah

    Wajib setelah berhubungan suami istri, keluar mani, selesai haid atau nifas.

  2. 2

    Mencuci tangan dan kemaluan

    Hilangkan najis yang ada.

  3. 3

    Berwudu

    Seperti wudu untuk salat; kaki boleh dibasuh di akhir.

  4. 4

    Siram seluruh tubuh

    Kepala tiga kali, lalu sisi kanan dan kiri, hingga air mengenai seluruh kulit dan pangkal rambut. Hanafi juga mewajibkan berkumur dan istinsyaq.

Tayamum

  1. 1

    Kapan dibolehkan

    Saat tidak ada air atau penggunaannya membahayakan.

  2. 2

    Tepukkan ke tanah yang suci

    Dengan niat, tepukkan kedua telapak tangan ke tanah atau debu yang suci.

  3. 3

    Usap wajah dan tangan

    Usap wajah, lalu kedua tangan (hingga siku menurut Hanafi dan Syafi'i).

Tanya jawab

Pertanyaan umum

Bagaimana jika saya terlewat salat?

Salat fardu yang terlewat wajib diqada secepat mungkin, disertai tobat jika ditinggalkan tanpa uzur.

Bolehkah salat dengan bahasa selain Arab?

Bacaan dan zikir yang ditetapkan dalam salat berbahasa Arab. Pemula hendaknya mempelajari Al-Fatihah terlebih dahulu; doa pribadi di luar salat boleh dengan bahasa apa pun.

Mazhab mana yang sebaiknya saya ikuti?

Salah satu dari empat mazhab Sunni. Kebanyakan orang mengikuti mazhab komunitas atau gurunya dan konsisten di dalamnya.

Bagaimana perempuan salat?

Perempuan salat dengan cara yang sama, dengan beberapa perbedaan posisi yang dicatat mazhab-mazhab (misalnya merapatkan tubuh saat rukuk dan sujud). Salat berjemaah tidak wajib bagi perempuan.