Kewajiban
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
Ramadan dimulai dengan terlihatnya hilal atau genapnya Syakban tiga puluh hari. Nabi ﷺ bersabda: “Barang siapa berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Shahih Bukhari 38, Shahih Muslim 760)
Siapa yang wajib berpuasa — dan siapa yang mendapat keringanan
| Orang | Hukum | Setelahnya |
|---|---|---|
| Muslim balig, berakal, sehat, dan mukim | Wajib berpuasa | — |
| Musafir (perjalanan sekitar 80 km atau lebih) | Boleh tidak berpuasa | Mengqada puasa |
| Sakit sementara | Boleh tidak berpuasa jika puasa membahayakan atau memperlambat kesembuhan | Mengqada puasa |
| Sakit menahun atau lansia yang tidak mampu | Mendapat keringanan | Membayar fidyah setiap hari |
| Haid atau nifas | Tidak boleh berpuasa | Mengqada puasa |
| Hamil atau menyusui, khawatir mudarat | Boleh tidak berpuasa | Mengqada; sebagian mazhab menambah fidyah bila khawatir hanya terhadap anak |
| Anak sebelum balig | Tidak wajib | Dilatih secara bertahap |
Cara berpuasa
- 1
Niat
Berniatlah puasa di dalam hati. Untuk Ramadan, mazhab Maliki, Syafi'i, dan Hanbali mewajibkan niat sebelum fajar; mazhab Hanafi membolehkan hingga sebelum tengah hari. Mazhab Maliki membolehkan satu niat untuk sebulan penuh.
- 2
Sahur
Makan sahur dan akhirkan mendekati Subuh. “Bersahurlah, karena dalam sahur ada keberkahan.” (Shahih Bukhari 1923)
- 3
Menahan diri dari fajar hingga magrib
Tidak makan, minum, merokok, atau berhubungan suami istri sejak fajar sadik (Subuh) hingga terbenam matahari (Magrib).
- 4
Menjaga lisan dan anggota badan
Hindari dusta, gibah, pertengkaran, dan segala yang merusak pahala puasa.
- 5
Berbuka
ذَهَبَ ٱلظَّمَأُ وَٱبْتَلَّتِ ٱلْعُرُوقُ وَثَبَتَ ٱلْأَجْرُ إِنْ شَاءَ ٱللَّهُ
Dhahaba adh-dhama'u wabtallatil-'uruqu wa thabatal-ajru in sha' Allah
Segerakan berbuka saat matahari terbenam, sebaiknya dengan kurma segar atau air (Sunan Abu Dawud 2357).
Yang membatalkan puasa
| Perbuatan | Akibat | Kewajiban |
|---|---|---|
| Makan atau minum dengan sengaja | Membatalkan puasa | Qada; Hanafi dan Maliki juga mewajibkan kafarat |
| Berhubungan suami istri di siang hari | Membatalkan puasa | Qada dan kafarat (disepakati) |
| Muntah dengan sengaja | Membatalkan puasa | Qada |
| Datang haid atau nifas | Mengakhiri puasa | Qada |
| Merokok atau menghirup asap dengan sengaja | Membatalkan puasa | Qada |
| Suntikan atau infus bernutrisi | Membatalkan puasa | Qada |
| Makan karena lupa | Tidak membatalkan puasa | Lanjutkan puasa (Maliki: mengqada hari itu) |
| Muntah tanpa sengaja | Tidak membatalkan puasa | — |
| Menggosok gigi, bersiwak, menelan ludah | Tidak membatalkan puasa | Hindari menelan pasta gigi |
| Mandi, wewangian, tetes mata (kebanyakan pendapat) | Tidak membatalkan puasa | — |
Bagi yang sengaja membatalkan puasa Ramadan dengan jimak (dan, menurut Hanafi dan Maliki, makan atau minum dengan sengaja): memerdekakan budak, jika tidak mampu berpuasa dua bulan berturut-turut, jika tidak mampu memberi makan enam puluh orang miskin.
Qada, fidyah, dan kafarat
Qada
Mengganti hari yang ditinggalkan dengan satu hari puasa, idealnya sebelum Ramadan berikutnya.
Fidyah
Memberi makan satu orang miskin untuk setiap hari oleh orang yang tidak mampu berpuasa selamanya — sekitar satu kali makan atau nilainya (Hanafi: setengah sha' gandum).
Kafarat
Puasa enam puluh hari berturut-turut, atau memberi makan enam puluh orang miskin jika tidak mampu, untuk puasa Ramadan yang dibatalkan dengan sengaja.
Memaksimalkan Ramadan
- Salat tarawih di malam hari, berjemaah atau di rumah
- Membaca dan merenungi Al-Qur'an — banyak yang mengkhatamkannya minimal sekali
- Mencari Lailatul Qadar di malam-malam ganjil sepuluh hari terakhir, terutama malam ke-27
- Beriktikaf di masjid pada sepuluh hari terakhir
- Bersedekah dan memberi makan orang yang berpuasa
- Menunaikan zakat fitrah sebelum salat Id
لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي — “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.” (Jami' At-Tirmidzi 3513)
Zakat fitrah
Zakat fitrah wajib atas setiap Muslim yang memiliki makanan melebihi kebutuhannya pada hari raya, dibayarkan oleh kepala keluarga untuk setiap tanggungannya. Besarnya satu sha' (sekitar 2,5–3 kg) makanan pokok seperti kurma, gandum, kismis, atau beras. Mazhab Hanafi membolehkan setengah sha' gandum dan membayarnya dengan uang; banyak ulama mazhab lain juga menerima uang bila lebih bermanfaat bagi fakir miskin. Zakat fitrah ditunaikan sebelum salat Id, dan boleh satu atau dua hari sebelumnya.
Puasa sunah dan puasa terlarang
| Puasa | Kapan | Hukum |
|---|---|---|
| Enam hari Syawal | Enam hari mana pun setelah Idulfitri | Dianjurkan — seperti berpuasa setahun penuh (Shahih Muslim 1164) |
| Hari Arafah | 9 Zulhijah, bagi yang tidak berhaji | Dianjurkan — menghapus dosa dua tahun |
| Asyura | 10 Muharam, bersama tanggal 9 | Dianjurkan — menghapus dosa setahun sebelumnya |
| Senin dan Kamis | Setiap pekan | Dianjurkan |
| Ayyamul Bidh | Tanggal 13, 14, 15 setiap bulan hijriah | Dianjurkan |
| Puasa Daud | Selang-seling sehari | Puasa sunah paling utama |
| Idulfitri dan Iduladha | 1 Syawal, 10 Zulhijah | Haram |
| Hari Tasyrik | 11, 12, 13 Zulhijah | Haram (kecuali bagi sebagian jemaah haji) |
Tanya jawab
Pertanyaan umum
Bagaimana jika saya makan setelah Subuh karena mengira masih malam?
Jumhur ulama berpendapat puasa hari itu harus diqada, sementara ia tetap menahan diri hingga akhir hari.
Bolehkah berpuasa tanpa sahur?
Ya, puasanya sah; sahur adalah sunah yang penuh berkah.
Apakah tes darah membatalkan puasa?
Mengambil sedikit darah tidak membatalkan puasa menurut kebanyakan ulama. Mazhab Hanbali berpendapat bekam (hijamah) membatalkannya.
Kapan berbuka di tempat yang siangnya sangat panjang?
Berpuasalah mengikuti fajar dan terbenam matahari setempat. Jika keduanya tidak terjadi secara normal, ulama menyarankan mengikuti kota terdekat yang harinya normal atau waktu Makkah.